Selasa, 14 Februari 2012

Sekilas tentang GHANTA YOGA

Ghanta Yoga adalah suatu teknik mengakses energi spiritual yang inspirasinya diambil dari teks-teks kuno di Bali tentang agama dan kebudayaan.
Ghanta Yoga adalah sebuah ajaran yang mengajarkan salah satu metoda / tehnik yoga sebagai jalan spiritual untuk dapat meningkatkan kemampuan dan kesadaran sehingga mampu memperoleh kesadaran agung dan pencerahan serta memahami hakekat hidup, kehidupan, diri dan tuhan, sesuai dengan tujuan yoga itu sendiri. di dalam mencapai tujuannya, Ghanta Yoga mempergunakan metoda sang simpel dan berharap agar mudah dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat.
Lontar-lontar tua di Bali terutama yang bertemakan hakikat pemurnian diri umumnya menyajikan filsafat dan teknik yoga yang secara konvensional hasilnya baru bisa dicapai dalam waktu lama.
Meskipun Ghanta Yoga menggunakan guru mantra yang dapat berupa bahasa Sanskerta, namun ajaran yoga ini tidak hanya untuk kalangan agama tertentu saja, tapi terbuka untuk semua agama, suku, bangsa, budaya, jenis kelamin, maupun usia.
MISI : Menjadikan Hidup Lebih Produktif Sesuai Fungsi (Swadharma)

Apa itu Ghanta Yoga

Sejak zaman dahulu kala telah banyak Master dan Guru-guru suci yang mengajarkan teknik meditasi dan yoga kepada umat manusia. Tujuannya sama, yakni untuk mencapai tingkat kesadaran spiritual, sehingga setiap orang diharapkan dapat menjalani hidupnya di dunia dengan visi yang benar.
Tidak sedikit di antara ribuan teknik meditasi dan yoga yang ada kemudian lebih menekankan aspek pencapaian pengalaman esoteris yang bersifat mistik dari partisipan atau mereka yang mempraktikkan meditasi tersebut.
Hal tersebut tidaklah salah, karena hakikatnya berbicara tentang spiritual, maka itu adalah penelusuran sang diri sebagai bagian dari ciptaan. Pencarian hakikat itu dimulai dengan memahami kenyataan fisik (badan) dan juga pikiran pada tahap awal, kemudian meningkat pada penelusuran tingkatan yang lebih halus. Menjelajah alam astral hingga yang lebih jauh menuju keheningan total. Yoga semacam ini sudah lumrah dan tentunya pencapaian semacam itu membutuhkan dedikasi yang tinggi menyangkut pengorbanan, penyerahan diri, pengekangan diri, pelepasan ikatan dan disiplin spiritual lainnya yang berhubungan dengan peningkatan moralitas.
Dan yang lebih penting, teknik yoga semacam ini membutuhkan durasi waktu yang panjang, sebelum peningkatan kesadaran itu akhirnya dicapai. Selain itu, banyak juga orang yang tidak tertarik dengan pengalaman esoteris, tetapi lebih mengejar manfaat praktis dari yoga.
Dewasa ini banyak club yoga terbentuk, di mana anggota dari club tersebut adalah pendamba kesehatan fisik yang prima. Banyak club yoga berubah fungsinya menjadi club perawatan kesehatan fisik dan mental, bukan berorientasi spiritual. Itu pun tidak jadi masalah, sebab kesehatan juga modal dasar untuk menjadi spiritual.
Namun demikian, orang-orang yang lahir di zaman modern ini, suatu zaman yang dianggap sebagai masa merosotnya kemampuan spiritual manusia, Tuhan tetap berkarya dengan menurunkan inspirasi kepada tokoh-tokoh spiritual. Bentuknya adalah, hadirnya kemampuan dari banyak Master dan Guru suci untuk menyusun teknik meditasi yang bisa diterima oleh masyarakat zaman ini, yang tidak saja berorientasi ke alam esoteris yang bersifat abstrak-mistik (gaib), tapi juga memiliki manfaat praktis di dunia.
Pengertian diterima masyarakat maksudnya adalah, adanya suatu teknik spiritual yang bisa dipraktikkan oleh semua lapisan masyarakat sesuai tingkat kecerdasan manusia zaman sekarang. Selain itu, praktik itu harus segera menyentuh esensi jalan spiritual itu tanpa harus berlama-lama menanti secara penasaran tentang bagaimana proses itu berlangsung dalam dirinya. Paling tidak, praktisi meditasi ingin segera merasakan, bagaimana olah batin itu segera terasa, meskipun hal itu bukan berarti mencapai hasil seketika.
Lebih penting dari itu, latihan-latihan tersebut akan menarik minat orang bila memiliki manfaat praktis dalam hidup. Artinya, latihan meditasi atau yoga itu hendaklah segera dapat memberi kontribusi positif di dalam memperkaya hidup seseorang. Baik itu memperkaya budi, memperkaya kesehatan, memperkaya mental, pikiran, maupun memperkaya kemampuan-kemampuan khusus yang telah dimiliki sebelumnya. Memperhebat kemampuan di bidang usaha ekonomi, memperhebat kemampuan di bidang penyembuhan, mempertangguh mental dalam hidup, meningkatkan antusiasme dan hal-hal positif lainnya.
Untuk memenuhi harapan tersebutlah akhirnya kita menyusun satu teknik yoga baru. Atas berkat rakhmat Tuhan yang Maha Esa kita ciptakan teknik yoga khusus yang disebut Ghanta Yoga. Nama Ghanta Yoga ini diperoleh bukan atas dasar utak-atik kamus atau kitab, melainkan nama yang muncul begitu saja dalam kontemplasi yang lama.
Ghanta Yoga adalah suatu teknik meditasi yang ditujukan untuk mengaktifkan energi Guna Sakti dalam diri seseorang, yang menjadikan aktifitas energi itu bisa dikelola, sehingga menghasilkan kemukjizatan, kharismatik, kuasa (taksu).
Dalam Ghanta Yoga, energi yang menjadi sentrum atau pusat perhatian adalah energi dari sumbernya (alam kosmis –Tuhan), khususnya energi Ghanta Cakra Guna Sakti.
Sebenarnya energi Tuhan itu mengalir terus menerus ke seluruh unit ciptaanNya sebagai akibat Kriya Sakti dari Tuhan dalam rangka memelihara dan mengendalikan ciptaanNya secara terus menerus. Sirkulasi energi itu bergerak dengan ritmis yang dalam bahasa kitab-kitab agama dinyatakan sebagai tarian Tuhan. Aliran energi ini bergerak secara teratur yang pada sumbernya bersifat halus, kemudian semakin ke luar menuju alam material-ciptaan fisik, sifar aliran energi itu karakternya berubah semakin kasar. Semakin ke luar semakin kasarlah sifat energi itu, sehingga manusia dengan bungkus badan fisiknya yang material secara otomatis sifatnya menjauh pula dari pusatnya (Tuhan).
Di samping itu, karena berada di lingkaran luar getaran energi murni tersebut, akhirnya banyak umat manusia yang memalingkan perhatiannya dari Tuhan (spiritual) dan kemudian lebih tertarik pada hal-hal material. Karena semakin material semakin kasar getaran energinya, maka semakin duniawi sifat seseorang, maka semakin jauhlah ia dari Tuhan.
Untuk mengembalikan manusia pada sifat getaran energi murni yang halus itulah, Ghanta Yoga kemudian diciptakan. Untuk menyelaraskan kembali aliran energi murni itu ke dalam tubuh, sehingga secara perlahan seorang praktisi Ghanta Yoga secara perlahan akan beralih dari kesadaran duniawi menuju kesadaran spiritual.
Kendati proses itu akan diperoleh secara bertahap sesuai pengaruh karma setiap orang, ketekunan, disiplin dan ketaatan menjaga kesucian diri, tapi getaran-getaran energi itu akan dapat dirasakan secara seketika.
Ghanta Yoga adalah sebuah ajaran yang mengajarkan salah satu metode/tehnik yoga sebagai jalan spiritual untuk dapat meningkatkan kemampuan dan kesadaran sehingga mampu memperoleh kesadaran agung dan pencerahan serta memahami hakekat hidup, kehidupan, diri dan Tuhan, sesuai dengan tujuan yoga itu sendiri.
Di dalam mencapai tujuannya, Ghanta Yoga mempergunakan sebuah metode yang simple dan berharap agar mudah dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat.
Pada hakekatnya manusia dibangun oleh 25 sifat/unsur diantaranya : Pretiwi (unsur padat), Apah (Unsur Cair), Teja (Unsur Panas), Bayu (Unsur Angin), Akasa (Ether), Rupa, Bau, Suara, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, Mulut, Tangan, Kaki, Pembuangan (Dubur), Kemaluan, Tenang, Aktif, Berat (Malas), Purusa Gunacitta (sifat dualisme).
Guna yang ada didalam diri, akibat kriya saktinya Tuhan, karena terpengaruh oleh maya, menyebabkannya keluar dari sifat aslinya . Hal inilah yang menyebabkan manusia terbelenggu oleh ikatan duniawi dan jatuh pada jurang kesengsaraan.
Dengan Kriya Sakti – Nya, energy Tuhan itu secara terus menerus mengalir pada ciptaannya. Dari energy yang paling halus sampai yang paling kasar, begitu sebaliknya, namun kita tidak pernah menyadarinya. Ajaran Ghanta Yoga di dalam prakteknya akan mengajarkan sebuah metode untuk dapat mengubah semua guna/sifat/unsur di dalam diri menjadi Guna Sakti (sifat unggul sesuai dengan sifat aslinya) dengan cara mengakses dari energy Tuhan yang khusus untuk itu.
Dengan energy tersebut, setelah diaktifkan melalui sebuah proses inisiasi dari Guru Ghanta Yoga, energy ini akan terus menerus mengalir ke semua guna di dalam diri. Dengan latihan yang tekun di bawah bimbingan dari seorang Guru Ghanta Yoga / pembimbing, maka semua guna itu akan menjadi sumber potensi mukjisat, kharismatik, kekuasaan, penyembuhan dan sejenisnya, yang di Bali hal itu disebut dengan TAKSU.

Apakah Energi Taksu itu?

Energi Taksu adalah sebuah energi kekuatan (sakti) Tuhan yang ada didalam diri yang menyebabkan manusia memiliki berbagai macam potensi kemampuan spiritual seperti mukzisat, kekuatan (sakti), penyembuh, kharismatik, usaha/bisnis, dan sebagainya. Disadari atau tidak, sesungguhnya semua manusia mempunyai berbagai macam potensi energi Taksu ini, apapun bentuk dan namanya.
Kita sering tidak memahami dan menyadri bahwa sesungguhnya ada sebuah energi suci Tuhan yang mengalir secara terus menerus di dalam diri. Energi ini mengalir diakibatkan oleh adanya proses penciptaan (krya sakti) Tuhan didalam menciptakan manusia dan seluruh alam ini. Didalam proses penciptaannya energi suci Tuhan yang universal tersebut terobjektifkan menjadi 25 unsur/sifat (guna) membentuk manusia dan energi itu mengalir secara terus menerus dari yang paling halus sampai yang paling kasar (riil), begitu sebaliknya.

Yang manakah dari 25 unsur/sifat (guna) yang membentuk manusia?.

Ke 25 unsur/sifat (guna) itu adalah purusha
  • gunacitta (aspek dualisme),
  • Tri Guna (tenang, aktif dan berat),
  • Panca Maha Bhuta (unsur sifat: padat, cair, panas, angin dan ether),
  • Panca Tan Matra (rasa, bau, rupa, sentuhan dan suara), dan
  • Dasendrya (mata, hidung, telinga, lidah, kulit, mulut, tangan, kaki, dubur dan kemaluan).
Dari 25 guna ini akan menjadi berbagai macam guna. Itulah sesungguhnya yang membentuk manusia. Karena 25 guna ini merupakan unsur/sifat material (prakerti) dari proses penciptaan, maka energi Tuhan yang mengalir akan menjadi semakin kasar (riil) dan sifat kemahakuasaan dan kekuatanNya (sakti) semakin berkurang. Disamping itu ke 25 guna ini juga yang menyebabkan manusia terbelenggu dalam ikatan kesengsaraan.

Bagaimana Cara Mengaktifkan Energi Taksu Didalam Diri?.

Energi Taksu dapat diaktifkan melalui sebuah proses inisiasi. Proses ini tidak bisa dilepaskan dengan ajaran Ghanta Yoga, karena hal tersebut merupakan salah satu tehnik olah spiritual Ghanta Yoga. Untuk dapat mengerti dan memahami secara lebih mendalam, harus dipahami dulu apa itu Ghanta Yoga, mengapa disebut Ghanta Yoga, apa tujuannya, dan bagaiman metode dan tata caranya.
Ajaran Ghanta Yoga adalah suatu metode dan jalan yoga untuk mencapai tujuan yoga itu sendiri yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Hadirnya ajaran Ghanta Yoga berangkat dari sebuah perenungan yang dalam dan waktu yang lama oleh penerimanya.
Ajarannya bersifat realistis dalam melihat serta menyikapi hidup dan kehidupan, simpel serta mudah untuk dilaksanakan oleh segenap lapisan masyarakat.
Didalam prakteknya, semua unsur/sifat (guna) didalam diri yang menyebabkan terbelenggunya manusia dalam kesengsaraan itulah yang digarap. Intinya, guna itu dipahami, diaktifkan dan disucikan, difungsikan, dikendalikan serta disatukan pada sumbernya.
Dengan aktifnya semua guna didalam diri dan disucikan, secara bertahap akan kembali ke sifat aslinya (sifat Tuhan) sehingga guna itu mempunyai potensi mukzisat (siddhi), kekuatan (sakti). Inilah yang disebut dengan potensi Taksu didalam diri.
Ada berbagai macam Taksu didalam diri dan semua orang memilikinya. Hanya saja penonjolannya yang berbeda karena faktor kelahiran. Apabila guna itu sudah mempunyai potensi Taksu, inilah yang difungsikan untuk menjalani hidup sesuai dengan fungsi dan pekerjaan, sehingga menjadi lebih maksimal. Dengan Taksu yang ada pada diri akan menjadikan manusia mempunyai mukzisat (siddhi), kekuatan (sakti) dalam menjalankan fungsi dan pekerjaannya, yang tidak bisa dijelaskan dan diluar jangkauan pikiran. Ini pula yang akan mengantarkan manusia dapat meraih kesuksesan dalam hidup khususnya dalam bidang usaha/bisnis serta kesehatan fisik dan mental yang prima. Hidup akan menjadi semakin berguna, baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta mendapatkan kebahagiaan di dunia ini. Namun itu bukanlah tujuan akhir dari Ghanta Yoga, karena didalam mencapai tujuannya melalui dua tahapan. Yang pertama dengan mengaktifkan Taksu didalam diri dan yang kedua adalah tercapainya kesadaran agung atau kebahagiaan yang sejati, sesuai dengan filosofis ajaran Ghanta Yoga yaitu dari Tuhan, bersama Tuhan, menuju Tuhan.
Disebut Ghanta Yoga, karena didalam praktek mencari tujuannya mempergunakan energi Ghanta.

Apakah energi Ghanta itu?

Energi Ghanta adalah energi Tuhan yang mampu mengaktifkan, mensucikan, memfungsikan, mengendalikan dan menyatukan kesumbernya semua unsur/sifat (guna) didalam diri serta dapat mengembalikan ke sifat aslinya (sifat Tuhan) dan menjadi potensi mukzisat (siddhi), kekuatan (sakti) / Taksu. Kembalinya semua guna itu ke sifat aslinya disebut dengan guna sakti. Melalui sebuah proses inisiasi dari sang Guru Ghanta Yoga, energi Ghanta ini akan dijadikan Energi Ghanta Cakra Gunasakti. Energi inilah yang menjadi energi Taksu didalam diri

Apa Itu Energi Ghanta Cakra Guna Sakti?

Energi itu sebenarnya adalah universal
Dia tidak ber-merk atau dibedakan atas nama apa pun pada awal mulanya, sebagaimana Tuhan itu tunggal adanya. Tapi, ketika Tuhan berkrida, melakukan penciptaan, maka suatu yang universal tersebut mengalami pengobjektifan dalam sifat dan fungsi-fungsinya yang lebih khusus.
Dari Tuhan yang tunggal, kemudian beliau memunculkan aspek dualitas, purusha dan prakirthi: Panas dan dingin, gelap dan terang, maskulin dan feminism, serta aspek lainnya. Dari aspek dualitas ini lahir kemudian materi yang lebih kasar. Munculah lima unsur, yaitu, bentuk, bau, rasa pengecap, rasa sentuh dan suara. Selanjutnya muncullah 10 indra, yaitu mata, hidung, mulut, kulit, telinga, kemaluan dan dubur. Seiring hal itu, energi yang lebih halus juga menyertai sifat objektif ciptaan tersebut. Sampai kemudian tercipta 5 materi kasar, yaitu zat padat, zat cair, zat panas, zat udara, zat ether.
Dari proses dematerialisasi energi halus menjadi energi kasar ini, kemudian terciptalah makhluk hidup bernama manusia. Energi halus sebagai aspek purusha menjadikan dirinya 25 macam tattwas atau bakat (kecenderungan) dalam diri manusia. Dari 25 buah kecenderungan ini selanjutnya berkembang lagi menjadi ribuan jumlah Guna atau keahlian (kemampuan, potensi, dll). Nah, energi terobjektifkan yang membentuk 25 tattwas dan menjadi ribuan Guna inilah yang dinamai energi Ghanta Cakra Guna Sakti.
Dari sumbernya atau pusatnya, energi suci itu senantiasa mengalir tanpa putus ke setiap ciptaanNya, termasuk pada manusia. Bila energi universal itu mengalir ke ciptaanNya, maka energi itu mengambil bentuknya yang objektif atau karakteristik. Dia akan menjadi energi yang spesifik dan khusus sifatnya sesuai kehendakNya dalam membangun ciptaan ini. Sebaliknya, bila energi terobjektifkan dalam diri manusia itu mengalir kembali ke sumbernya (Tuhan), maka semua energi, termasuk energi Guna Sakti ini akan mengalami peleburan secara bertahap dan akhirnya kembali menjadi energi universal.
Dari pemaparan tersebut kita kemudian akan mudah paham, bahwa apa pun wujud energi, apa pun bentuk Guna (bakat, kecenderungan, potensi) seseorang, maka hal itu adalah sebagai tanda energi universal yang mengobjektifkan diri atau mengkhususkan diri. Dan, jika seseorang memiliki minat spiritual, maka energi khusus manapun yang ia miliki dalam dirinya dapat menjadi sarana atau jalan untuk menuju kembali pada sumber itu (Tuhan).
Ketika kita membicarakan energi Ghanta Cakra Guna Sakti, maka itu artinya kita berbicara pada dua bidang sekaligus.
  1. Memberi perhatian secara fokus pada Guna (bakat, potensi) sebagai wujud energi konkrit yang terobjektifkan, sehingga energi tersebut dapat berfungsi optimal dalam kehidupan kita.
  2. Memberi perhatian khusus pada energi terkhususkan dalam bentuk Guna Sakti itu atau energi terkhususkan itu sebagai kendaraan untuk mengalir kembali ke energi sumber (mencari hakikat Sang Diri).

Pada tahap pertama,

Ghanta Yoga akan mengantar praktisinya menjadi manusia duniawi yang berdaya guna, produktif-aktif, dan memiliki kualitas unggul dalam tataran kualitas dan moralitas.

Selanjutnya pada tataran kedua,

Ghanta Yoga secara berangsur dan bertahap mengantar praktisinya untuk meniti jalan spiritual atau istilahnya, sambil menikmati kesuksesan hidup di dunia sekaligus berjalan menuju Energi Universal Yang Agung.
Dengan cara pandang seperti ini, seorang praktisi Ghanta Yoga diajak untuk menerima hidup ini sebagai karunia yang penuh berkah. Ghanta Yoga tidaklah menganjurkan suatu usaha pembangunan spiritual, di mana praktisinya harus anti duniawi. Ghanta Yoga memilih untuk mengikuti sifat alamiah aliran energi universal itu, tidak melawannya, tetapi mengakrabi kehidupan duniawi dengan sudut pandang spiritual. Saat ia mengalir kepada ciptaan, Ghanta Yoga ikut mengalir. Tetapi, Ghanta Yoga juga tidak menutupnya di tataran ciptaan objektif (duniawi), melainkan Ghanta Yoga terus mengalir secara alami, bahwasannya bagaimanapun sifat aliran energi itu kembali pada pusatnya.
Ghanta Yoga adalah teknik yang tidak secara ekstrim untuk membalikkan arus energi itu, tetapi meletakkannya dalam sifat alamiahnya. Itulah kehendak energi suci itu sebenarnya. Pertama-tama ia universal, kemudian berkembang menjadi objektif atau khusus, kemudian kembali lagi menjadi universal. Bahasa sederhananya: Pada awalnya sunya (kosong –hening) dan dalam keheningan tak terdefinisikan, kemudian mengalir menjadi materi dan mengambil bentuk-bentuk beridentitas sebagai bentuk kehidupan duniawi. Setelah itu, energi yang terperangkap dalam selubung kasar dalam bentuk materi itu kembali melebur menembus dualitas dan akhirnya menuju alam keheningan lagi.

Guna Sakti untuk Pemberdayaan Diri

Ghanta Cakra Guna sakti adalah pembangkit dan pengaktif berbagai macam Guna dalam diri. Guna yang dimaksud adalah sifat, potensi, bakat, kualitas diri, fungsi, keahlian yang melekat pada diri manusia yang dibawa sejak lahir dan keberadaannya bisa diasah di dunia ini menjadi lebih unggul. Ghanta Yoga inilah salah satu metode untuk mengasah dan mempertajam sifat-sifat baik tersebut dengan melibatkan energi Ghanta Cakra.
Energi Ghanta Cakra Guna Sakti ini dalam kehidupan normal sebenarnya sudah biasa kita akses, tetapi belum optimal. Misalnya kalau seorang pedagang, maka dia selalu berdoa sebelum memulai aktifitas berdagangnya supaya dagangannya laris. Atau seorang pejabat setiap saat mohon restu dari Yang Kuasa, baik itu melalui sembahyang di rumah atau pergi ke pura tertentu untuk mohon kekuatan supaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara kaum tani di Bali misalnya, memiliki sejumlah ritual di sawah mohon padinya tumbuh subur dan bisa sukses panen dengan baik. Semua itu sebenarnya tindakan mengakses energi Ghanta Cakra, sehingga dengan menekuni Ghanta Yoga, maka energi Guna Sakti yang diakses bisa mengalir lebih deras yang kemudian menjadikan seseorang memiliki kekuatan hebat dalam profesi atau kemahirannya dan berkharisma (Taksu/Metaksu). Ini semua akan dapat membantu seseorang lebih menyempurnakan fungsi (tugas)-nya.
Di dalam Ghanta Yoga inilah kita akan bersinggungan dengan sebuah teknik yang memungkinkan kita dapat mengakses energi Ghanta Cakra Guna Sakti tersebut, sehingga apa yang kita harapkan untuk memperkuat energi Guna Sakti itu bisa cepat terwujud. Akumulasi energi Guna Sakti dalam diri akan dapat memunculkan berbagai kebaikan dan optimalisasi pencapaian sesuai bakat, minat, fungsi seseorang di tengah masyarakat.
Setiap orang sebenarnya memiliki energi Guna yang sama, tetapi karena perbedaan karma akan mengakibatkan individu yang berbeda memiliki penonjolan Guna yang berbeda. Walaupun demikian, teknik Ghanta Yoga dapat membantu getaran energi Guna yang lemah menjadi teroptimalkan. Atau setidaknya yang bersangkutan bisa menentukan pilihan mengenai Guna apa yang paling cocok baginya dalam hidup ini, sehingga yang bersangkutan memiliki peluang lebih luas untuk membuat karma baik dalam hidup ini.
Seorang praktisi Ghanta Yoga yang berlatih dengan tekun dan disiplin dalam waktu tidak terlalu lama akan segera merasakan manfaat energi Guna Sakti ini. Misalnya bermanfaat penyembuhan diri sendiri dan orang lain, ketajaman intuisi, kestabilan emosi, pembersihan bawah sadar dari endapan aktifitas negativ. Semua itu mendorong terwujudnya kualitas manusia yang unggul dan mengalami pencerahan batin (spiritual). Setelah menjadi manusia unggul akhirnya kita siap melakukan pelayanan di tengah masyarakat. Pelayanan yang dimaksud adalah menjalankan swadharma kita dengan benar, dengan rasa suka cita dan antusias, produktif, positif, kreatif yang dirasakan baik manfaatnya bagi masyarakat.
Karakter orang-orang zaman sekarang adalah individu yang berkembang dalam situasi stress yang tinggi. Stres itu sumber pertamanya adalah berkaitan dengan semakin susahnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jumlah penduduk dunia yang terus bertambah menjadikan sumber daya alam menjadi rebutan bersama.
Dalam tataran mikro hal ini menjelma menjadi berbagai bentuk persaingan dalam mencari pekerjaan, kecilnya pendapatan, menurunnya kualitas makanan, menurunnya kualitas udara, dan air. Hal-hal tersebut kemudian memicu kompetisi yang menguras banyak energi. Dari tekanan yang luar biasa setiap hari itulah akhirnya menimbulkan stress atau depresi terselubung. Akibat tekanan hidup sehari-hari, secara mental seseorang pun mulai mengkerut. Dari sini berbagai ekspresi negative pun muncul. Seperti mudah marah, gampang tersinggung, mudah murung, putus asa, berkurangnya antusiasme, dan bangkitnya hasrat untuk mencari jalan pintas dalam memecahkan problema hidup: Menipu, mencuri, korupsi, dan sejenisnya. Dan bagi yang tak tahan dengan cara itu akan bertahan dengan etika kebaikan, tetapi tersiksa oleh berbagai tekanan, sehingga menjadikan yang bersangkutan mengidap berbagai penyakit fisik. Sebutlah kalau stress itu memicu munculnya maag, gangguan tekanan darah, gangguan jantung, ginjal, paru dan sebagainya.
Inti dari tekanan hidup itu adalah kesulitan dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Keinginan untuk mencukupi kebutuhan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup adalah penting. Tapi keinginan untuk memenuhi hasrat sang keinginan tak selalu menjadi penting. Itu adalah dua hal yang berbeda. Ketika orang stress, berarti ia butuh penyegaran. Ia butuh mengembalikan vitalitas mental dan fisiknya, sehingga dapat kembali menunaikan kewajiban hidupnya dengan baik. Ke mana orang harus pergi untuk mengembalikan kesegaran hidup ini?. Sudah banyak orang yang terhimpit problem kehidupan mencari pemecahan dengan cara instant dengan berhubungan dengan obat-obatan terlarang. Yang lain, ada yang berlindung di bawah kegiatan “spiritual” dan menghayalkan alam sorga.
Ghanta Yoga yang tercipta setelah kontemplasi 5 tahun memiliki karakter unik. Ini adalah teknik yoga yang produktif positif sekaligus spiritual.
Filosofi yoga ini adalah:
  1. Hidup harus dihadapi dan dipandang sebagai anugerah.
  2. Spiritual adalah kegiatan yang menjadikan hidup seseorang semakin indah dan produktif. Spiritual bukanlah jalan untuk menghindar dari tugas hidup ini.
Berkat inisiasi dan latihan ketat yang dilakukan oleh praktisi Ghanta Yoga, maka energi suci Ghanta Cakra Guna Sakti yang diaksesnya akan segera menjadikan hidupnya lebih produktif sesuai fungsinya di masyarakat atau swadharmanya masing-masing. Bila ini berhasil, maka seseorang akan terbebas oleh stress yang disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam berkompetisi dalam lapangan mata pencaharian hidup.
Umumnya di dunia ini ada 4 fungsi kemasyarakatan:
  1. Kaum pemikir (intelektual),
  2. kaum pengelola Negara (pejabat),
  3. kaum pedagang,
  4. kaum pelaksana.
Ketika energi suci ini alirannya semakin lancar ke dalam tubuh, maka seorang praktisi Ghanta Yoga akan merasakan berbagai proses pembersihan energi negative dalam dirinya. Selanjutnya, bila tahapan di tingkatan dasar (basic) ini selesai dilewati, maka aliran energi suci ini akan memberi dorongan produktifitas pada kekaryaan setiap orang. Konsekuensinya adalah, praktisi meditasi Ghanta Yoga seharusnya akan mengalami kemajuan di bidang tugasnya masing-masing. Inilah salah satu keunggulan Ghanta Yoga yang setiap tahapnya memberi ciri proses progresif yang positif. Bahkan dalam tataran duniawi pun, praktisi didorong menjadi individu yang berperilaku unggul dan mengembangkan kecenderungan perilaku positif dalam kesehariannya. Semua kecenderungan baik ini akan semakin menguat berkat pengaruh positif energi suci Ghanta Cakra Guna Sakti yang mengalir terus menerus dalam tubuh.
Aliran energi halus ini bahkan bisa dirasakan, bagaimana merambat dalam tubuh. Seseorang akan merasakan aliran hawa hangat yang menyebar ke seluruh tubuh, sementara praktisi lain mungkin merasakan aliran energi itu sebagai hawa sejuk. Hal ini dilalui sebelum tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi dicapai.
Mengapa latihan yoga ini mampu menjadikan penekunnya mampu melipatgandakan kemampuan profesinya? Ini semata-mata disebabkan karena dari berbagai energi yang berpusatkan pada pusaran halus itu, ada sebuah energi yang mampu mengaktifkan dan membangkitkan Guna Sakti ini. Energi khusus inilah yang dinamakan Ghanta Cakra Guna Sakti, sedangkan teknik latihannya dinamai Ghanta Yoga.
Energi inilah kita pilih untuk starting point atau awal berjalan menuju perjalanan spiritual itu. Mengapa jenis energi ini yang dipilih, maka jawabannya adalah, karena manusia zaman sekarang bisa survival, jika eksis dengan keahlian atau profesi yang dimilikinya di tengah masyarakat.
Pendidikan spiritual dengan metode lain yang tidak meletakkan starting point-nya di aspek Guna (fungsi) seseorang itu biasanya akan mengalami tantangan dan godaan lebih besar. Konsekuensinya, bila aspek pemberdayaan insan manusia ini luput dalam usaha pertumbuhan spiritual seseorang, niscaya keberhasilannya untuk mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi akan semakin sulit. Kenapa? Sebab, bila dalam kehidupan duniawinya, dalam lapangan mata pencaharian atau ekonomi, demikian juga dalam hal status sosial masyarakat seseorang terganggu, maka hal tersebut secara langsung mempengaruhi keseriusannya dalam usahanya mendaki dunia spiritual. Ekonomi yang terganggu, kesehatan yang tak fit atau status sosial di masyarakat yang tidak baik, maka semua itu menjadikan praktik spiritual sangat berat, bahkan akhirnya gagal. Jadi, karena fakta itu Ghanta Yoga memilih energi yang cocok dengan “kendaraan” yang banyak digunakan umat manusia di dunia. Kendaraan itu bernama “profesi” atau istilah lokalnya “swadharma.”

Adapun jenis kegiatan

dari Yayasan Pangajaran ini adalah sebagai berikut:

Dharmayatra

Dharma Yatra mempunyai pengertian yakni usaha untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Agama Hindu melalui kunjungan untuk persembahyangan ketempat-tempat suci, patirtan baik yang bertempat di pegunungan atau di tepi pantai.

Tirtayatra

dalam bahasa sehari-hari di Bali dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura-pura. Tirtayatra tertulis dalam Kitab Sarasamuscaya 279 yaitu keutamaan tirtayatra itu amat suci, lebih utama dari pensucian dengan yadnya. Tirtayatra didasarkan melalui pelaksanaan bhakti yang tulus ikhlas, tekun dan sungguh-sungguh.

Dharmawacana

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan penyeragaman pemahaman tentang hal-hal yang berbau pelaksanaan kegiatan keagamaan di masing masing desa pekraman. Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan di Bali sangat dipengaruhi oleh tempat waktu dan suasana (desa kala patra) sehingga kedepannya pelaksanaan tersebut tidak berbenturan dengan pakem agama yang telah ada yakni pakem Agama Hindu.

Dharma tula

adalah metode pendalaman agama melalui diskusi agama untuk mendapatkan kesamaan persepsi dalam meningkatkan penghayatan pada nilai-nilai yang dianut. Kata Tula berasal dari bahasa Sansekerta artinya perimbangan, keserupaan, dan bertimbang. Secara harpiah dharma tula dapat diartikan dengan bertimbang, berdiskusi atau berembug atau temu wicara tentang ajaran agama Hindu dan Dharma.

Penyembuhan Gratis

Kegiatan ini diperuntukkan bagi mereka yang mengalami masalah gangguan kesehatan baik sekala maupun niskala. Metode penyembuhannya adalah dengan menyalurkan energi Ghanta Yoga secara langsung kepada pasien dan pemberian air minum yang sudah diberikan energy Ghanta Yoga.

Punia untuk Pemangku

Salah satu tujuan dibentuknya Yayasan Pangajaran disamping kegiatan rutin diatas, menjadi suatu keinginan untuk memberikan bantuan kepada para pemangku di pura / desa pekraman dalam bentuk dana punia yang besar keinginan dari yayasan agar bisa ditiru dan diikuti oleh seluruh umat sedharma.

Punia ke Pura

Selain punia berupa donasi juga diserahkan berupa benda yang bisa dipergunakan di areal pura yang dikunjungi, misalnya berupa tempat sampah dan yang lainnya

Penerimaan murid Ghanta yoga

Kegiatan ini dilaksanakan jika ada permintaan masyarakat untuk ikut bergabung dengan ajaran Ghanta Yoga
Jenis kegiatan diatas dilaksanakan sekaligus, jika kegiatan tersebut diatas ingin dilaksanakan di wilayah bapak/ibu silahkan kontak kami.
Semua kegiatan diatas tanpa dipungut biaya ( kecuali Penerimaan murid Ghanta yoga ), bapak/ibu hanya menyiapkan tempat, mengurus segala macam ijin yg berhubungan dengan kegiatan diatas dan tentunya mengundang masyar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar