Jumat, 13 Januari 2012

Am I a Hindu – Jnana Yoga

APAKAH JNANA YOGA ATAU DARSANA?
Jnana Yoga atau Darsana dikenal sebagai philsafat Hindu. Pada intinya ada enam sistem Jnana Yoga. Semuanya berdasar pada Weda-Weda dan dikembangkan dari teori reinkarnasi. Semua jalan menuju kepada keselamatan. Enam sistem Jnana Yoga adalah sebagai berikut :
1. Samkhya,
2. Yoga,
3. Mimamsa,
4. Vaisheshika,
5. Nyaya,
6. Vedanta. Sistem Vedanta selanjutnya dibagi menjadi sistem Advaita dan Dvaita.
1. Sistem Samkhya. Inilah sistem philsafat yang tertua di dunia. Sistem ini didirikan oleh Reshi Kapila. Sistem ini mengakui tidak ada Tuhan berpribadi (personal God). Sistem ini melihat alam semesta dengan kekuatan-kekuatan Purusha (jiwa) dan Prakriti (materi).
2. Sistem Yoga. Kata yoga berasal dari akar kata “Yuj,” artinya “memasang kuk” (to yoke, bhs Bali “uga”) atau “menggabungkan” (to join). Sistem Yoga mirip dengan sistem Samkhya. Idenya didasarkan pada dualisme (melihat alam semesta sebagai dua – subyek dan obyek) dan tidak bicara mengenai satu Tuhan berpribadi. Sampai tarap tertentu ia bicara mengenai Tuhan sebagai obyek tak bernyawa dengan kata “Itu” (It). Raja Yoga dan Hatha Yoga adalah Yoga yang paling penting.
3. Sistem Mimamsa. Tokoh-tokoh utama dari cabang philsafat ini adalah Reshi Kumarila dan Prabakara. Sistem Mimamsa didasarkan atas penghindaran kelahiran kembali. Mimamsa berarti mulainya Weda-weda. Pendiri sebenarnya dari sistem ini adalah Reshi Jaimini, murid dari Reshi Veda Vyasa. Jaimini menulis buku Mimamsa Sutra, yang merupakan buku paling berpengaruh dari sistem ini.
4. Sistem Vaisheshika. Ini artinya “kekhususan” (particularity). Sistem ini adalah aliran atomis dalam philsafat Hindu. Sistem in didirikan oleh Reshi Kanada, ia menulis buku Vaisheshika Sutra. Philsafat ini mengajarkan bahwa alam semesta ini dibuat dari sembilan unsur : bumi, air, udara, api, jiwa, pikiran, ether, ruang dan waktu. Tuhan tidak disebut-sebut dalam sistem ini. Tuhan hanya disebut sebagai “Itu” (Tat)
5. Sistem Nyaya. Sistem ini didirikan oleh Reshi Gauthama. Ia menulis buku yang disebut Nyaya Sutra. Sistem ini utamanya membahas analisis secara logika mengenai dunia dan sifatnya yang atheistik. Sistem ini menyerupai sistem Vaisheshika.
6. Sistem Vedanta. Vedanta artinya “akhir dari Weda-weda”, mengindikasikan bahwa ini ditulis berdasarkan atas Upanishad-Upanishad yang ada sesudah Weda-Weda. (Sistem Mimamsa sebenarnya merupakan permulaan dari Weda-weda dan didasarkan atas ideologi Wedik). Sistem Wedanta didirikan oleh Reshi Badaryana (Veda Vyasa), yang menulis buku bernama Vedanta Sutra atau Brahma Sutra. Doktrin sentral dari Wedanta adalah Tuhan (Brahman) dan jiwa individu (Atman) adalah satu dan sama. Menurut sistem ini, tiada suatupun ada kecuali Brahman. Masalah manusia bukan dosa tapi kebodohan. Kebodohan atas sifat sebenarnya dari diri-sendiri menghasilkan lingkaran lahir dan lahir kembali tanpa akhir.
Philsafat Advaita dan Dvaita adalah dua cabang yang paling penting yang muncul dari sistem Wedanta. Tokoh terbesar dari philsafat Advaita adalah Reshi Adi Shankaracharya.
Melalui komentarnya atas Upanishad dan Brahma Sutra, Shankara mengukuhkan sistem Wedanta. Tokoh-tokoh besar dari sistem Dvaita adalah Reshi Ramanuja dan Madhva. Teori Shankara mengenai Advaita adalah bahwa hanya ada satu kenyataan (realitas) dan itu diketahui sebagai Brahman, sementara itu Ramanuja dan Madhva berpendapat bahwa realitas itu ada dua: yang bergantung dan tidak bergantung (dependent and independent). Tuhan adalah tidak bergantung (independent). Materi dan jiwa adalah tergantung kepada Tuhan dan dikendalikan oleh Tuhan.
(Madrasuta)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar